Selasa, 18 November 2014

Manual Report, ala BBM. Benar Benar Menulis.



Selasa, 18 oktober 2014
Ceritanya “all abaout BBM”
            Fajar pagi ini tak se elok kemarin, embun pun tak sesejuk biasanya, semua menjadi aneh. Apa ini sebuah petanda? Tapi petanda apa ya? Tak ingin berlama-lama memandangi fajar yang sejak tadi sudah mengganggu pikiranku, segera aku angkat kaki dari depan jendela ruang tamu. Sudah hampir setengah jam aku berdiri di depan jendela itu, sebuah kebiasaan setiap harinya, setelah shalat subuh aku pasti mencari tempat untuk menyaksikan fajar kemerahan di ufuk timur, sambil berzikir dan mengagungkan kalimat allah. Luar biasa, carging rohani yang sedikit berbeda dengan orang lain.
            Sudah pukul 6.30 pagi. Aku segera menyiapkan secangkir teh untuk nenek. Sambil menunggu sepupuku selesai mandi, yang kebetulan hari ini ia kuliah pagi, segera berpikir untuk nebeng, yah hitung-hitung hemat lima ribu. Hehhe.
            O o. Tunggu dulu, tapi kok seperti ada yang aneh, ada suara-suara sumbang, mungkin ini klu dari fajar yang sayup-sayup menyapa bumi.
“Aduh, tadi sy pergi isben (isi bensin), mohamma itu antrian panjang sekali, ada mungkin 1 kilo jauhnya”, curhat seorang ibu, yang sudah kebiasaan pagi-pagi sudah bertamu di rumah. Biasalah ibu-ibu BTN. Hehe.
            “oh iya, tadi malam itu tepat pukul 12.00 presiden Jokowi sudah umumkan, keputusan untuk kasi naik BBM, sudahmi, mau diapa”, jawab tanteku yang selalu setia mendengarkan curhatan setiap ibu-ibu yang datang bertandang ke rumah untuk curhat. Hehehe.
            Weleh, weleh, weleh, kok pengumuman kebijakan kenaikan BBM nunggu jam 12.00 dulu sih, sudah lah pak, kalau mau naikin BBM jangan tunggu pergantian waktu dong, umumin aja, nda apa-apa kok kami akan terima, hiks hiks sambil elus-elus dada.
            *****************************************************
            Fajar sudah berganti dengan mentari pemilik cahaya terbesar, sumber segala kehidupan, ehehhe katanya. Sudah pukul 9.00 terlambat sejam dari jadwal kuliah. Tapi tidak masalah, bagi mahasiswa “sabar” menunggu dosen sudah kewajiban, bagaimanapun merekalah pemilik ilmu, dan kita pengolahnya, jadi harus sabar.
            Rambut terurai, dengan blus orens tosca dan celana kain menjadi pilihan busananya hari ini, ditambah pernik tali pinggang melilit pinggang sebagai penegas keanggunan dosen wanita yang sudah tidak terbilang muda. Heheh.
Opz tapi tunggu dulu,  usia boleh jadi tidak muda tapi jiwa yang selalu hidup/semangat, bahkan mengalahkan semangat kaum muda. Lihat saja cara jalan nya, cepat dan gesit, sedikit mengulas ucapan beliau semester lalu “ciri orang sukses bisa di lihat dari caranya ia berjalan”, o o o memang kalau dipikir-pikir betul juga sih. Wele weleh perlu dicontoh nih dosen seperti ini, perlu gali take off record nya sebagai referensi kaum muda.
            Kelas mulai merekam setiap kejadian dalam proses belajar hari ini. semua diam, seperti siap diterkam oleh mangsa tanpa perlawan, uiui ada rada-rada tegang setiap coretan wajah mahasiswa dalam ruangan ini.
            Seperti biasanya, sebelum masuk materi kuliah, otak dan jiwa kami di bersihkan dan di beri pasokan gizi baru, vitamin c,a,b,zat besi, dan protein. Entahlah apa kah semua mahasiswa dalam ruangan ini menerima atau tidak, semua bengong, diam, mata melotot tajam ke depan. Hanya Tuhan dan Diri sendiri yang tahu apa yang di pikirkan. Hehehe. Tapi tenang saja ada beberapa mahasiswa yang selalu merekam dan menerima gizi yang Cuma-Cuma itu, buktinya setelah perkuliahan ada beberapa mahasiswa yang menghampiri beliau untuk menambah kekurangan vitamin lainnya.
            Banyak kutipan sekaligus tamparan untuk jiwa-jiwa mudah yang belum mengetahui dan mengelola potensi yang dimiliki. Tidak sungkan-sungkan untuk membangkitkan jiwa-jiwa mudah yang katanya bagai “mayat hidup”, di sentil baru bergerak, dengan gaya dan kemasan bahasa yang “pas kena hati” kata Ahmad Dani. Weleh weleh memang bu harus di jatuhkan, ditampar tanpa tangan supaya bunyinya tidak terdengar, dan katakan “sakitnya tuh di sini, sambil nunjuk otak” hehehhe. Biarin, biar minta ampun dan bertobat dari segala ke khilafan ini.
            Mulailah melangkah, dari sekarang. Perlu di catat dan di camkan, untuk membangunkan kembali semangat menuntut ilmu, ini kutipan yang akan selalu memotifasi kita:
            “coba tanya sama diri kalian, apa yang sudah kalian lakukan selama dua setengah tahun tahun terakhir?”, ungkapnya dengan suara tegas, dan menggema, dan akan selalu mengiang-ngiang di hati dan pikiran ku. Hehehhe.
            Sudahlah, terimakasih bu, dalam benak ku “kalau semua dosen seperti ibu, entahlah,”, weleh weleh ternyata kita butuh dosen pengungkit semangat ya.
            Tapi rasanya ada bumbu yang kurang dalam kelas ini, apa ya? Mikir putar-putar otak.
            Oh oh,,iya iya,,aku dapat. Kenaikan BBM. Di luar sana hangat sekali gosipin pak Jokowi dan BBM nya. Inget itu kan gosip jadi kurang etis lah di bawah ke rana ilmiah. Hehhehe kan tidak apa-apa untuk kepentingan kita semua. Yelah gosip kan tetap gosip, lama-lama juga akan hilang, lagian matakuliah pagi ini kan “tekhnik menulis” bukan “politik dan opini publik”, hehehe cerita sisi si baik dan si buruk dalam diri.
            Kuliahpun berakhir dengan jiwa-jiwa baru, kembali menemukan fitrah manusia. Apakah siap untuk memulai? Kembali pada setiap pribadi masing-masing.
            ***************************************************
            Mushola menjadi tempat beristrahat untuk menunggu mata kuliah berikutnya. Alasan nya cukup sederhana, di sana aku akan berkumpul dengan orang-orang soleha, kreatif, dan inspiratif. Perbedaan suku dan latar belakang ekonomi dan kemampuan menggali ilmu, tidak menjadi perpecahan dan rasa ingin menang sendiri. Selalu menasehati kala jiwa rapuh lalai mengingat Allah, saat malas memanjakan tubuh untuk menuntut ilmu.
            Musola sudah di huni beberapa mahasiswa yang juga beristrahat. Membentuk beberapa kelompok, kelihatan nya sih mahasiswa baru, cerita dengan suara besar, ketawa-ketiwi yang tidak bisa di atur volume dan jenis ketawanya, weleh weleh ini musola bukan arena komedi. Hehehe.
            Ada yang menarik dari beberapa pembahasan satu kelompok di pojokan teras musola itu. Ya meski awalnya blak-blakan cketawanya. Lagi lagi BBM DAN JOKOWI, hehehe.
            “ iyo ee, mahalnya juga dan, masaa bensin 8.500? tutur wanita berambut panjang. Sebut saja si Q.
            “ha iyokah, bagaimanami itu, sewa Pete-Pete. Matimi mana jauhnya rumahku”. Balas salah satu temannya. Sebut saja si P.
            “aii,, saya mau belimi sepeda, hehehe” jawab si Q.
            “Ededeh pecah juga betis kalau dari rumahmu” jawab temannya berkerudung coklat.
            “Jokowi Jokowi” teriak seorang laki-laki dari luar musola tepatnya di kantin musola.
            Seketika cerita-wanita-wanita tadi terhenti, yang lain nya juga diam, sibuk menyimak dan menunggu lanjutan teriakan yang tidak di tahu siapa pelakunya. Suaranya seperti kesal, penuh beban. Weleh-weleh ada apa sih, teriak teriak juga pak Presiden tidak bisa dengar.
            Upz tidak hanya di musola, di tengah jalan saat tunggu sepupuku menjempu aku, satu kelompok laki-laki itu yang tidak jauh dari tempat aku berdiri sibuk bahasa kebijakan pak Presiden. Aduh aduh mabuk juga ya. Ehehhehe.
            Tidak hanya sampai di situ, ternyat di media sosia yang jadi tranding topik ya masih masalah BBM. Tapi ada yang lucu nih,  salah satu akun FB di balik opininya tentang BBM yuuk intip:
Ya Allah ya Robb..
hari ini tlh diumumkan bhw BBM tlh naik. maka secara otomatis bhw makanan pokok, ankot dll akan berkiblat dgn naikx harga BBM. Dan dikhawatirkan biaya pernikahan pun (kata umar, ajmain) akan naik. Haha
Hmm, ajmain dan umar ada2 aja, mana mungkin akan naik biaya pernikahan.! Kalowpun naik biaya nikah, kan ada 3 kartu tuh disiapin pak jokowi. Nah loe yg krng mampu utk membiayai nikah, bawain aja tuh krt INA Pintar, INA Sehat, dan INA Sejahtera. hahaha
(Sindir2 dulu yg milih Jokowi)
            **************************************************
The and


           
           

Sabtu, 08 November 2014

cerita "sentuhan kehidupan"

Sepenggal hati yang terlupakan kala senja datang, layaknya makhluk yang tidak pernah menanyakan kemana perginya mentari yang bersinar membasahi tubuhnya dengan peluh keringat,tadi siang. Atau itukah sifat lahiriah manusia, "pelupa", atau bahkan ia acuh untuk menyimpan sepotong cerita saat bersama, yang hanya sekejap,10 menit. Pertemuan ambigu.

Sudah tiga belas tahun ayah menghilang dari rumah. Sejak aku berusia 3 tahun, saat ingatanku belum mampu mengenali wajahnya.Tetapi kejadian tadi siang, tanpa harus bertanya pada Ibu, siapa laki-laki yang menatapku dalam-dalam tadi,  menyentuh, lalu meraih tangan kiriku membantu menyebrangi jalan. Bagaimana mungkin spontan hatiku bergetar, merasakan kerinduan yang dalam, saraf-sarafku hidup, berusaha mengenali genggaman tangan tadi, genggaman yang sangat familiar.
Ayah apakah itu jari-jari ayah? yang selalu menggenggam dengan cara berbeda, memasukan semua jari ke tanganku,kecuali ibu jari dan jari telunjukmu tetap menempal, sehingga hanya ada empat ruang yang terisi, karena ibu jariku kosong. Ayah aku ingat sekali itu, saat terahir ayah membingku keluar dari toko es krim terbesar di kota ini.

Ia membimbingku melewati hilir mudik transportasi yang begitu padat, tanpa mau menatapku.
"priip,priiip" ia meniup peluitnya sambil melambaikan tangan, tanda akan melewati jalan.
"papa" aku bergumam dalam hati.
Aku masih sibuk dengan perasaan penasaran. Kini aku yang menatapnya, berusaha mentransformasikan ingatan, nihil tak sedikitpun wajah ayah berbekas. Tertunduk sedih. 3 menit berlalu, bapak setengah baya itu, berhasil menolongku tanpa pamrih.
"Terimakasih pa",,ucapku
"ia sama-sama nak" jawabnya sambil melepas genggaman tangannya.
"wah, pasti anak bapa bangga punya ayah seperti bapak? tanyaku berusaha menggali informasi.
Ia hanya tersenyum.
"oh ya pak, maaf nih, kok bapak baik skali mau menolongku menyebrang?,
"iya nak, tadi aku lihat kamu takut-takut melangkah, habis maju mundur lagi,maju-mundur lagi,hehehhe" jelasnya
"oh gitu. Atau mungkin bapak teringat sama anaknya, bisa jadi anaknya pernah takut menyebrang seperti aku,hehhee", berusaha menghidupkan percakapan.
"hmm,, mungkin jg nak, anak ku pasti sudah se usia kamu", ucapnya.
aku mulai mendapat sedikit sinar. 

pip pip pip, terdengar bunyi klakson mobil mersedes itu, hendak meninggalkan area parkiran swalayan rakyat.

"sudah ya aku mau,,,,," bicaranya terpotong, mobil itu hampir menabrak motor lain.
" oke pa", jawabku dengan suara pelan.
Aku meninggalkan parkiran itu, nyaris lupa melambaikan tangan, lalu mengarakan"see you next time". Aku buru-buru naik angkutan umum (angkot). Membawa beberapa pertanyaan dan sekeping hati yang rindu, pertanyaan belum terselesaikan.

"ah sudahlah, mungkin dia bukan ayah, aku terlalu rindu jadi aku posesif", gerutuku memarahi ulah hatiku yang berlebihan.

Senja mulai datang,  pernak-pernik aktivitas mulai diatur kembali, untuk diambil pada hari-hari berikutnya. Aktivitasku sudah mulai padat. Tugas yang menumpuk dari sekolah, ekstrakulikuler, dan persiapan-persiapan menghadapi ujian akhir di tingkat pertama.
pertemuan tadi mulai mengganggu tidurku, namun tetap saja mulutku tertutup rapat, tidak ingin bertanya satu kata pun tentang ayah, aku takut ibu tersinggung, karena yang aku dengar dari tetangga, katanya ayah terpaksa pergi karena, malu pada ibu sebagai wanita karir, salah satu manager bank swasta, sedangkan ayah hanya tukang batu.
bersambuuung

Sabtu, 04 Oktober 2014

moment



Seuntai kisah idul adha

            Seuntai kisah hari ini akan menjadi cerita hari esok. Sejak subuh tadi, takbir, tahlil dan tahmid bergemuruh menghampiri dinding-dinding hati setiap insan, memecah gendang telinga bagi yang tuli, hingga dapat menikmati syahdu nya kalimat-kalimat ALLAH,menyejuk kan.
            Sejak kemarin sekitar pukul dua siang, aku putuskan untuk merayakan idul adha bersama keluarga yang sudah bersama sejak kecil, yup sejak kurang labih usia tiga tahun,di desa tercinta talaga besar. Aku mulai membersihkan kamar kosanku, sebelum ku tinggalkan, rasanya sedih juga meninggalkan istana mungil itu, tapi sudahlah silaturahim itu lebih utama dari istana ini. Ehehehe.
            Awalnya, aku pengen sekali merasakan bagaimana perayaan hari besar tanpa keluarga seperti mahasiswa lainnya, tapi entah perasaan sedih, rindu, menghujam hatiku, tak sanggup untuk bertahan pada ke inginan itu. Suara azan, yang menghiasi sekitar kosanku menggugah hati dan kerinduan yang membuncah, hingga di akhir sujud shalat magrib itu mengalir air mata, air mata rindu.
            Oke guys, kembali pada paragraph dua. Saat keluar ke jalan cari ojek, tak seperti biasanya suasan lingkungan kampus sangat sepi, sunyi, warung-warung tertutup, yang tersisa hanya beberapa orang mahasiswa, tak perlu Tanya kemana penghuni kos-kos yang berjejer banyak di lingkungan kampus, pasti mereka tak mau meninggalkan moment indah ini,idul adha.
            Ku telusuri jalan, lorong salangga, yang berkisar 500 M dari jalan raya, tak ada satupun tukang ojek, lampu bumi yang menyilaukan. Pukul 14.00. perasaan ingin segera berjumpa dengan mereka membutku nekat melewati terik mentari yang menyengat, jeket yang kukenakan berganti fungsi menjadi tutup kepala, dan sediit menutup sebagian wajahku, yang tersisa hanya dua mata indahku, heheh.
            Sudah mulai haus, ku buang pandanganku lebih jauh, berharap menemukan tukang ojek, tapi nihil.ya aku belajar untuk tidak mengeluh, yup aku mulaai bosa dengan kata keluhan. Aku tetap berjalan, hingga sampailah depan jalan. Kendaraan yang tak seramai biasanya, angkutan kota pun hanya satu dua buah yang melintasi jalan, begitu pula kendaraan pribadi, wah kampus terasa tak berpnghni. Ternyata untuk satu moment setiap insan tidak ingin melewatkannya bersama keluarga, karena benar “keluarga tak ternilai harganya”. Melanjutkan jarak tempuh perjalanan, Alhamdulillah ada dua tukang ojek di pangkalan. Aku kenal sekali tukang ojek itu, yang selalu mengojek ku sewaktu masih di Anawula. Opz, perjalanan yang begitu hati-hati. Tidak seperti tukang ijek yang aku ceritakan kemarin di “story on last study”, stidaknya dia bias di andalkan bagi keselamatanku, maklum besok makan daging kalau kecelkaan kan gk jadi makan daging sapi,,hehehhe. Dua puluh rib rupiah,aku membayarnya, yah seharusnya lima beras ribu, tapi biarlah ini bentuk kesyukuran ku sudah mengendarai motor dengan hati-hati. J
            Z:assalamualikum,,(ku buka pintu perlahan sambil mengintip).
            N: walaikum salam
            Z: nene,, heheh,

            Tak ingin berlama-lama berdiri depan pintu,seperti biasanya nenek duduk di depan televise. Aku segera menghampiri nenek lalu mencium punggung tangannya, seperti biasanya. Yah, itu kebiasaan yang diajarkan kami oleh keluarga sahabat kecilku ini, cium tangan orangtua, berkata sopan, ucapkan salam, dan masih banyak lagi, yang hingga saat ini kami masih menerapkan dalam kehidupan sosial kami, pembentukan karakter yang luar biasa.
            Aku akui, sifat dan karakter manjadi anak yang patuh, karena berada ditengah keluarga sahabat kecilku ini. Bagiku mereka adalah saudaraku yang tidak mungkin aku tinggalkan dalam kondisi apapun. Mungkin kalian akan mengira, kalau aku bukanlah anak dari broken home karena sifat dan tabiat ku yang jauh berbeda dengan anak hasil broken home  lain nya. Ia, tak dapat ku pungkiri, banyak teman-teman yang tidak percaya kalau aku hanya anak yang orang tuanya bercerai. Secara fisik aku akui orangtuaku memang bercerai, tapi dari dalam hati, aku tidak pernah merasa pereraian itu ada, aku masih punya keluarga yang utuh, bahkan jauh lebih sempurna dari keluarga yang sempurna, hehehe PD amat ya. Yup, aku harus PD dan bangga menjadi diriku, lalu kenapa? Karena  inilah keluargaku yang sesungguhnya, yang mencintai tanpa mengharap imbalan, mereka menyayangiku, memperhatikanku, membentuk pribadiku layaknya anak sendiri.
            Oke guys kembali pad percakapn diatas.
            Z: ne, tante mana (sambil mencari-cari di ruangan lainnya)
            T: ada apa cari saya? (muncul dari dapur)
            Z: hehe tante,,,sambil bergerak nyalamin tangannya)
            T: cium pipi saja,,tangan tante busuk, habis masak ikan
Ku ciumi pipi kiri dan kanan nya, dengan sentuhann yang cukup mewakili perasaan rindu. Memang aku selalu menganggap dia mamaku. Jadi terkadang jika aku merindukan sosok ibu, aku pandangi beliau diam-diam, lebiih dalam. Selain sudah ku anggap ia keluarga sahabat kecilku, juga beliau adalah sahabat ibuku sejak kecil, makanya aku percaya kaliau kash sayangi ibu sama seperti kasih saying beliau.
            N: dina nae makan, ada ikan di kulkas nantikau baar saja.
            Z: ia ne,,,
            T: ia,,bakar saja,,ada di freezer
            Z: iya tante,,,(uh terharu,keluarga ini begitu hangat selalunya akan disambut seperti ini disguhkan hidagan, dan seakan berkata nikmatilah sebagaimana kamu menikmati makanan di rumahmu, bisik hatiku).
            Detak jam terus berdentang, tak ingin terhenti, tak peduli momen apa yang sedang kamu ciptakan, tak peduli seberapa cepat kamu mlewatkannyaa, tak menghiraukan ucapanmu jika kesadaran menjammahmu kalau kamu telah menyia-nyiakan nya. Yah jadi tak heran jika imam syafi’I berkata”gunakanlah waktu sebaik-baiknya, jika tidak waktu akan menebasmu”, idiom yang cukup menggetarkan hati, bagi jiwa-jiwa yang malas, menyia-nyiakan waktu. Sehingga betullah Allah katakana dalam al-qur’n surat al-asr,, demi masa/ demi waktu.maka rugilah manusia.kecuali orang yang beriman,yng saling menegur dalam shalat dan sabar. Wah Begitu sakrakah waktu,mari kita piirkan.
            Akhirnya batuk kresek nenek membangunkan aku dari tidur nenyak ku. Pukul 3.12 dini hari. Mungkin batuk nenek sudah mengganggu mata nya terlelap, sudah sering penyakit itu menghantam paru-paru dan tenggorakan nenek, tapi pernahkah beliau mengeluh? Rasanya tidak pernah, yang dia lakukan hayalah sabar dan ikhlas, iya yakin inilah penyakit-penyakit lansia, beliau selalu melatih kesabaran itu, tidak ingin mengeluh dengan selalu memetik butiran-butiran tasbih memuja dan mengagungkan asma Allah.
            Z: nenek,,aku mok nya dimana?(sambil bangkit dari pembaringan)
            N: di dekat TV.
            Aku bergegas menuangkan air hangat ke mok gelas nenek. Mok stainlis berukuran sekitar 300 mll.
            Z: ini bek,,
Nenek lalu minum, beberapa teguk. Hamdalah batuk nya sesaat tak terdengar. Lalu beliau tertidur, lalau terlelap. Aku sendiri memutuskan berdiri menghadap ALLAH dengan beberapa rakaat shalat sunat lail. Hingga azan subuh berkumandang.
            Aku sempatkan mengguyur tubuhku dengan air, memakai sabun, gosok gigi, sebelum melaksanakan dua rakaat shalat wajib itu. Agak terlambat menunaikannya,suara tahmid, tahlil dan takbir sudah mulai  di kumandangkan dari dalam mesjid BTN TUNGGALA. Aku baru duduk tahyat akhir.
            Seperti yang aku tuliskan di atas, waktu berjalan bahkan sesekali ingin berlari meninggklan insane yang tidak mau bergerak sesuai putaran waktu. Fajar kemerahan, mulai mengintip bumi, memastikan kalau-kalau masih ada yang tertidur.  Se isi rumah sudahselesai melaksaakan shalat subuh sebelum fajar dating.
            Mama/tante sudah mengisyaratkan kalau dianatara kami sudah harus mengantri untuk mandi. Maklum si pedang pembunuh (waktu) menunjukan pukul 6.05 pagi.
             Aku bersama saudara cantip ku asliati sudah siap ke mesjid, andri,azwar,arif dan yang sedang di runggui si Mr.Asis. Adooh si anak paling tua dianatara kami. Biasalah dia agak bandel. Hehehe
            Takbir, tahmid, dan tahlil mengiringi langkah kami menuju mesjid. Berbondong-bondong. Dan Alhamdulillah, ada sedikit pujian yang kemudian memancarakan inner beauty kami ami berdua,,hehhe. Tetangga menyapa kami saat melewati rumahnya?
            Tngg: wah cantik  nya ini anak dua..
Aku tersenyum lebar, lumayan, berarti ada cahaya-cahaya diwajah kami yang keluar, ditambah aroma-aroma mungkin mirip aroma syurga, habis setiap melewati rombongan lainnya mereka menoleh melihat kami, hehehe alai,lebay, padahal karena memang searah dan sejalan jadi tidak mungkin kan tidak mau melirik. Hehehhe.
            Mesjid begitu ramai, serba putih dan wangi. Ibu-ibu, remaja, bahkan anak kecil ikut meramaikan mesjid ini. Anak-anak ini takpeduli nanti, malah membuat keributan, yang ia tahu kalau inilah hari kemenanganku, pantas dan wajib hukumnya aku bergembira. Tak jarang ia bertingkah lucu didapan ibunya. Aku duduk di deretn kedua akhir syaf, aku lihat ada anak keil bertingakh jail, memasukan kepalanya ke jendea, lalu kemudian berusaha menggapai terali jendela atas, hehe dasar anak kecil, di itknya hanya ada permainan, aku hanya tersnyum melihat tingkah jailnya itu, syukurlah ia tak luput dari pengawasan ibunya, jadi semuanya aman terkendali. Jadi tidak ada amarah dalam mesjid ini, yang ada suasana khidmat menikmati senandung takbir, tahmid dan tahlil, jikalau ada yang kurang senang dengan beberapa anak kecil ini katakana saja “sirik ya boss, karena waktu kecil tak seceriah ini” ehhe, selesai perkara. Yup selesai atau malah membuat runyam,hhehehe.
            Pemandu shalat mulai menjalankan amanahnya, membacakan siapa yang bertugs sebagai imam,khatib. Mengajak segera jama’ah yang sedang diluar mesjid agar segera merapat,dan mempercepat langkahnya jika masih dalam perjalanan. Beberapa menit kemuadian, dua raka’at shalat id didirikan seluruh jama’ah berdiri,diawali takbir dan di akhiri salam. Sampailah pada khutbah, oleh bapak aku lupa nama lengkapnya, yang jelas beliau itu nanti setelah shalat wajib hukumya bertam ke rumah om/tanteku.
            Opz,, seetes dua tetes lalu mengalir, hingga tak terasa ada isakan tangisan yang aku hasilkan juga insan cantip yang disamping kiriku,,hehhe siapa lagi kalau bukan asliati, opz ternyata ibu disebelah kananku juga ikutan nangis hanya tidak sampai terisak, mengalir saja airya seperti air sungai yang bersih tanpa kotoran,jadi bebas sumbatan. Hehhe
            Meningkatkan interksi social melalui idul adha tema judul yang diangkat pada hari ini, tepat pukul 7.20 an menit. Pengemasan pesan yang cukup persuasive, jika aku yang berkhtbah didepan akan terkesan sudah biasa dengan cerita itu, tapi entahlah “kisah penyembelihan nabi Ismail alaihi sallam” yang sejak kecil diceritakan, di ulang kembali di atas mimbar itu dengan takhnik-takhnik komunikasi yang hampir sempurna, membawa aku pada satu kesimpulan besar bahwa:
            Ikhlas, sabar adalah modal utama menjalani hidup ini, menata iman ini, dan tentunya untuk menggpai ridho illahi. Bagi seorang anak yang dikisahkan oleh nabi Ismail, wajib hukumnya mematuhi perintah orang tua, jika itu sebuah perintah untuk menunaikan perintah Allah Azza Wajallah., dengan penuh keyakinan, keikhlasan dan rasa bangga ia merelakan nyawanya untuk ayahnya tidak lain memenuhi perintah Illahi. Juga kebesaran hati ibunda Nabi Ismail sitti Hajar, yang mengikhlaskan nyawa anak satu-satu nya itu. Sedang ayahnya adalah manusia yang sangat demokratis, dikisahkan ketika mimpi pertama kali datang, ia tak begitu yakin itu perintah Allah, namun mimpi yang sama terulang tiga kali, nabi Ibrahim tidak semenah-menah mengambil keputusan untuk langsung menunaikan perintah itu, namun ia mengedepankan  musywarah kepada Nabi Ismail, dan istrinya Sitti Hajar. Setelah musywarah dan disepakati, barulah Ia berani mengambil tindakan yang cukup menyaayat hati itu.
            Nabi Ibrahim: wahai istriku pakaikanlah pakaian yang paling bagus padanya
 Air mataku semakin mengalir, menyimak kisah itu. Perpisahan yang begitu mempesona, menyiapkan pakaian terbaik untuk persembahannya pada Illahi.
            Perjalanan dimulai, Sitti Hajar mengantarkan anaknya ke bukit(..) penyembelihan. Ayahnya sudah menunggu di sana. Iblis mulai menggoda kedua hamba Allah itu, Ismail pun mulai kehausan, yang ada haya gurun, tak ada pohon atau rumah warga, air begitu sulit ditemukan. Iblis mulai mengelurkan jurusnya, bisikan halus dan gangguan lainnya, sehingga sitti hajar melempar batu sebanyak tiga kali pada iblis itu, lalu iblis itu lari dan tida mengganggu kaduanya. Itulah, kenapa para jamaah haji eajib menunaikan ibadah yang satu itu, lontar jumroh.
            Sesaat sebelum disembelih, nabi Ismail berpesan
            Nabi Ismail: ayah, baringkan aku dan kesampingkan badanku, agar tidak muncul rasa sayngmu dan belas kasihan terhadapku saat engkau mau menyembelihku,,juga pakaianmu tidak terkena percikan darahku

Airmataku tak terbendung, membayangkan prosesi itu. Ya allah,,aku mulai berpikir jauh mengintropeksi diri, sudah sejauh mana aku berkrban untuk Allah,dan keluargaku, atuaran yang diterapkan Allah saja aku tidak patuhi,astghfirullah.
            Ismail kemudian berpesan lagi:
            Nabi Ismail: ayah, jika selesai jangan bawa bajuku pada ibu, dan laranglah ibu bertemu dengan pemuda yang seusiaku.
            Ya allah begitu hangatnya kelurga ini, kasih saying tercermin dalam keluarga ayah dari semua nabi ini.( pikirku).
            Penyembelihan dimulai, kishnya pisaunya menjadi tumpul, namun saat pisau itu dicobakan pada batu, batu itu terbelah menjadi dua. Nabi Ibrahim berkata,wahai pisau mengapa engkau mampu membela batu ini,sedangkan leher anak ku engaku tak mamu. Lalu, terdengarlah suara yang dibiskan di telingga baginda nabi Ibrahim “ aku tidak akan melakukan apa yang tidak Tuhan perintahku”. Namun nabi Ibrahim tetap mengulang penyembelihan itu, saat pisau mulai di angkat nabi Ismail digantikan denga se sor domba yang terbaring dan berhasil di sembelih olehnya.
            Oke guys, sekiranya kisah keluarga Nabi di atas dapat kita maknai da terapkan dalam kehidupan kita. Dalam keluarga kita.
            Setelah pulang shalat id, bersalam-salaman, degan seisi rumah. Lalu tamu istimewa itu hadir, tidak lain si pembawa khutbah idul id. Oh aku baru tahu ternyat beliau paman dari keluarga ini.
            Sedikit mengulas dan menanyakan efektivitas cermah yang ia bawakan. Kami jawab sesuai dengan apa yang kami rasakan, ciela jujur ceritanya nih, hehhee.
            Namun, tak lama ada sedikit cerita menggugah jiwa. Aduh mau anjut ketik tapi belakngku sudah mulai sakit, tidak lurus lagi, heheh maaf ya pembaca.
            Tapi demi kalian aku akan melanjutkan nya. Kesimpulan saja ya:
Nasehat belaiu:
            Bahwa kakak adalah bendera bagi orangtua, mengapa merekalah contoh untuk adik-adiknya. Mereka harapan pertama orangtuanya, anak bungsulah penerus nasehat untuk adik-adiknya. Tunjukanlah kalau kamu bias menjadi anak kebanggaan orangtuamu, agar terik mentari yag menyengat, menara-menara yang tinggi tempat ia berdiri, menjadi penghangat dan istana indah saat kamu berhasil menjadi yang terbaik dari teman-teman yang lain. Usia, bukan menjadi tolak ukur mencari uang, karena dihatinya hanya ada nama anak-anaknya, anak yang elak menjadi kebanggan keluarganya, anak-anak yang saling menopang untuk sebuah kesuksesan di dunia dan akhirat. Ingat tunjukan kalau orangtuamu tidak sia-sia membanting tulang, jadilah ISMAIL ntuk ZAMAN ini.
5 oktober 2014/11 zulhijah 1435 hijriah

           


Sabtu, 27 September 2014

OPINi JODOH

opini jodoh
   Banyak teman-teman mulai gundah dengan pendamping hidupnya kelak, ada yang ingin disegerakan tapi tak kunjung datang, ada yang sudah dilamar tapi belum siap, dan ada pula yang masih menjalani masa penjajakan/perkenalan satu sama lain dengan berpacaran. Tak heran, jika sudah malam minggu, beranda akun facebook jejaring sosial yang dimiliki dominan pemuda itu,penuh dengan status makna malam minggu. Ada apa malam minggu? kata pepatah yang ngetrend dikalangan muda-mudi malam minggu malam yang panjang, untuk bersenang-senang, lupain segala tugas dari guru,dosen atau kantor. Upz,,dengan siapa mereka menghabiskan waktu itu menjadi urgen bagi pemuda, saling menyaingi atau memamerkan aktivitas dan "pasangan" hihihihi.
  
    Oke kembali pada topik "jodoh". Sulit untuk mengetahui dengan siapa kita berjodoh, ibarat menjari jarum di padang rumput, sulitt. Tapi kesulitan itu bukan berarti kita tidak menemukan jodoh kita, sehingga kita mengumbar cinta dan kehormatan, untuk dia yang kita percaya bahwa dialah imam kita kelak,  keliru. Lihat saja banyak peristiwaa yang mengumbar kehormatan untuk cinta sesaat,nafsu, yang takberujung kedamaian, malah setelah kisah cinta itu usai, berakhir pula hubungan itu, entah berakhir pada perceraian, gagal nikah, atau lari dari pertanggung jawaban. Fenomena.

      Jodoh,, bukan teka taki silang yang jawabannya dapat dipilih dengan bantuan jawaban lainnya. Ia berdiri sendiri, dengan permainan yang tak mudah di tebak bahwa itu sebuah teka teki. Tapi percayalah, kita dilahirkan berpasang-pasangan, lihat saja ada siang-malam, susah-sengan,suka-duka,kaya-miskin,sakit-sehat.

     Oke guys,tenangkan hatimu,fokuslah atas apa yang ingin dicapai, kejarlah karirmu, persiapkan dengan matang dunia akhiratmu, yakinlah kita begitu berharga, tak terbandingi jika kita mampu menjaga kehormatan, karena "wanita yang baik hanya akan berjodoh dengan laki-laki yang baik, dan sebaliknya", QS.An-nur:26). 
     Jodoh adalah sebuah misteri, yang dapat kita pecahkan dengan senantiasa tawadhu,memperbaiki diri,agar kita hanya bisa dijammah oleh dia yang halal untuk kita.
#selamat memuhasabbah diri



Selasa, 23 September 2014

komunikasi persuasi/catatan hari ini

 
             Persuasif berasal dari bahas latin persuasio yang artinya memberanikan atau meyakinkan. Menurut istilah persuasi berarti tindakan atau perilaku untuk mencari faktor-faktor kekuatan membujuk,menghadirkan kepercayaan kepada komunikan, agar terpengaruh atas informasi atau tujuan dari pesan yang ditujukan pada komunikan.
           Jadi, komunikasi persuasi yaitu proses penyampaian pesan dengan kemasan pesan membujuk,meyakinkan,melalaui media komunikasi,dan di dukung dengan simbol-simbol.
             Agar persuasi itu berhasil di butuhkan argumen--argumen pendukung sebagai penguat dari pesan yang disampaikan. Misalnya berupa fakta,literatur-literatur yang pernah dibaca.
              Fungsi dari persuasif yaitu:
  • membentuk sikap dan perilaku
  • merubah sikap dan perilaku
        kareakteristik dari komunikasi persuasi yaitu:
  1. menggunakan simbol-simbol
  2. komunikasi verbal dan non verbal
  3. berusaha membangkitkan suatu respon yang khusus dari komunikan
  4. melibatkan dua orang atau lebih atau kelompok
  5. efek pesannya tidak selalu berhasil
  6. terjadi dalam setiap kehidupan/aktivitas keseharian
komunikasi persuasi dipengaruhi oleh daya tarik dan tekhnik dari pesan tersebut. Baik daya tarik bersifat rasional maupun emosianal.
   

puisi hati

SYAIR HATI

tak perlu engkau bersedih kawan,
jodohmu tidak akan tertukar,
tak perlu engkau resah orang yang engkau kegumi tak akan menjadi imam mu,
tunggulah,,dengan penantian terbaik,,sibuk memperbaiki diri,sibuk menata masa depanmu,dunia dan akhiratmu.
tak perlu berwajah kecut,saat mereka sudah memiliki pasangan,
tak perlu minder ketika ia menyinggungmu karena tak memiliki teman spesial seperti mereka.
cukup,tutup telingamu,cukup,pejamkan matamu,cukup,bisikan hatimu,
untuk terus mengumpulkan kekuatan,mendayung melawan arus,mengarungi lautan sendiri,
tunggulah,samapai Ia datang,datang mengemudi,mengarungi samudra berdua,atas restu Allah.

Kamis, 19 Desember 2013

bagaimana itu ujian/final

         ujian akhir semester hantu bagi mahasiswa yangkyrang belajar,,seperti yang ku alami hari ini. final etika dan perundanga-undangan media massa,mudah sebnarnya jika aku teliti menjawab hanya saja banyaknya deretan pasal yang harus dipahami,pandai memila maksud dan sasaran soal pada passal berapa dan undang-undang tentang apa. Mudah jika pemahaman dan analisis ku seimbang, tapi sayang IQ yang pas-pasan menjawab dan menganalisa apa adanya.
           syukurlah, dosen yang satu ini bolehlah dibilang ceerda dibanding dosen komunikasi lainnya,bersahabat dengan mahasiswa,suka berbagi pengalaman mau menyelematkan kami semua dari nilai EROR,setalah sek n ricek hasil ujian kami,sesaat setelah final berakhir.
          HAHAHAH,,,,pasti setiap mahasiswa takut dengan kata EROR,dia makhluk yang perlu ditakuti,namun perlu diwaspadai karena dia pemburu,bagi mahasiswa yang malas-malsan,karena suatu hari dengan tiket EROR mahasiswa akan jadi pemburu dan menyerang dosen yang bersangkutan,,ya apalagi yang dicari kalau bukan nilai alisa obat buat si EROR.
              ada teman aku yang bilang biarin ajalah aku dapat nilai C,,ya itukan lumayan daripadda TUNDA,EROR"...upz kamu pasrah sekalii,,hahahaha
                yah,,memang mahasiswa saat ini bukan lagi pengetahuan,ilmu,yang mereka harapkaN dalam proses belajar,,tapi bagaimana caranya aku dapat nilai A,B,C, dan bukan si hantu EROR,,,    
           dari sekian banyak mahasiswa yang mementingkan nilai, membuat aku mengambil langka saya untuk tidak ingin seperti mereka,bagiku nilai bukanlah standar seorang mahasiswa,melainkan ilmu,pengalaman,pengetahuan yang nantinya mampu ddi terapkan di kehidupan sosial nanti,toh selesai kuliah yang dilihat ilmu,keterampilan bukan SI NILAI,,,

oke eke,,sampai ketemu lain hari,,,mau lanjutin bacaan ni..lx mau final teori komunikasi yang dosennya master di komunikasi,,pokoke dia habt,,uda tua tapi penampilan n ukuran ilmunya kalah  sama yang muda,,Dialah pak Sumadi Dilla,S.Sos.S.Ip.
  by by by